Minggu, 23 April 2017

Does Over Caring Means Caring?

Saat ini gue sering banget menemukan juga menghadapi orang-orang yang typing anywhere, saying anytime ke orang lain tentang kekurangan orang tersebut. Mulai dari hal besar yang terlihat sampe hal terkecil yang sebenarnya bukan urusan  umum. Menurut gue hal ini sudah sangat berbeda dengan yang namanya mengingatkan ya. Ini lebih mengarah ke nyinyir. Memang saat itu intonasi suara orang itu ga terdengar nyinyir, tapi dari struktur kalimat yang disampaikan bener-bener menunjukkan betapa kalian merasa orang yang dinyinyirin itu sangat kurang. 
Gue nulis ini lebih dikarenakan gue ever be part of it. Gue sering dibilangin sama orang-orang atau baca komenan temen-temen setiap gue post foto diri di instagram bahwa gue bla-bla, dan bla-bla. I'll receive it if your comment was heading me to the good. Misalnya mereka liat gue buang sampah sembarangan lalu negur, atau gue post foto dengan caption yang jahat dan mengajak keburukan. Gue akan terima. Tapi...... yang mereka sampaikan cuma mengenai postur tubuh atau kekurangan fisik lainnya. 
Sebenarnya hal ini gak hanya terjadi di diri gue, mungkin kalian pernah diperlakukan seperti itu atau justru melakukannya. Entah apa yang membuat hal-hal kecil seperti itu menjadi menarik untuk diperbincangkan atau diomongin ke orangnya langsung. So, because I've stood up in that position gue jadi sedikit aware tentang alasan-alasan di balik itu. Eh enggak-enggak, gue kurang paham sebenernya tapi gue jadi bisa menghargai orang-orang yang berdiri di posisi gue. Apa sih yang kalian rasain kalau ada temen kalian yang bilang 
"eh kok lu gendut banget deh?"
"apaan sih kerudung lu aneh banget"
atau hal-hal lain yang mengusik hati kecil lo bahkan membuat lo melakukan hal-hal berbahaya because of that worst thing. Padahal kekurangan di diri kita gak akan merugikan mereka-mereka yang komen itu. 
Gue nulis begini bukan berarti gue ga pernah berkomentar tentang orang lain. Jujur gue pernah. Tapi gue prefer untuk engga menyampaikannya ke orang bersangkutan apalagi sampai menulis komentar gue di wilayah umum. Dengan kita sampaikan ke mereka kekurangan gak penting aja bisa membuat mereka down, apalagi kita sampaikan di wilayah umum mungkin akan ngebuat mereka malu. So, apa susahnya sih kalian pendam komentar kalian di pikiran sendiri kalau ngeliat kekurangan orang lain. Toh kalau disampaikan juga engga akan menguntungkan diri kita. 
Jadi sebenarnya orang-orang yang over caring ini apakah benar-benar peduli dengan hidup kita? atau justru hanya mau mengingatkan kita atas kekurangan kita yang seabrek?.Sekali lagi bukan berarti dengan nulis ini gue menunjukkan bahwa gue orang yang ga mau dikritik ya. Kritik tuh boleh cuy, tapi kritik lu tentang apa dulu. Kalau kritik tentang prilaku diri yang buruk, jalan yang salah gue ambil itu boleh banget. Tapi please kalau mau kritik tentang fisik, masalah pribadi antar keluarga atau antar pasangan lebih baik keep it for your self. Malah lebih baik lagi kalau kita ga pernah berniat untuk ikut campur dan mengomentari hal-hal ga penting soal orang lain. Imagine it, how could it be peacefull. 
Memang saat ini kita hidup di era keterbukaan. Hampir ga ada privasi di mana-mana. Begitu juga dengan opini publik yang saat ini sangat menjunjung aspek kebebasan sebagai bagian dari hak asasi manusia. Tapi inget deh kalian hidup bukan di negeri dengan sistem liberal tapi dengan sistem social responsibility. Masih banyak norma dan nilai-nilai luhur yang harus kalian perhatiin saat mau mengucapkan sesuatu. Intinya adalah cobalah menjadi sopan dengan tidak mengurusi urusan yang tidak menguntungkan atau merugikan diri sendiri. Bukan berarti dengan begitu kalian engga peka terhadap sekitar, tapi lebih seperti kalian mampu mengontrol diri untuk ga ikut kepo dengan urusan orang. Hati-hati loh kawan, siapa tau kritik ga penting kalian membuat orang lain sangat tersinggung atau bahkan down. 
Sebelum gue curhat terlalu jauh, lebih baik disudahin sampai di sini saja tulisannya. Baik buruknya kalian yang menentukan. Gue juga sama-sama masih belajar dan ga sesempurna yang mau gue liat. Oh iya satu lagi jangan minder dan termakan kritikan ga penting orang lain ya. Karena yang tau diri lo ya diri sendiri bukan orang lain.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar